Mengapa satelit tidak jatuh dari langit?

Published on

Menurut pengertian yang sudah tersebar di luar sana, satelit merupakan sebuah benda yang mengorbit atau mengelilingi benda lain dengan memiliki periode revolusi dan rotasi tertentu. Sebagian dari kita memang sudah mengetahui apa itu satelit, benda angkasa yang selalu mengelilingi bumi ini terdapat dua jenis, yakni satelit alami milik bumi yang biasa disebut dengan bulan, dan yang kedua yakni satelit buatan.

Apakah yang dinamakan satelit cuman itu saja? dan apakah cuman bumi yang memiliki satelit? Tentu saja tidak, planet lainnya yang berada di antariksa juga memiliki satelit alami sendiri, bahkan ada yang memiliki lebih dari satu satelit alami.

Beda dengan bumi yang hanya memiliki satu buah satelit alami (bulan) namun memiliki banyak satelit buatan yang dibuat manusia untuk keperluan tertentu. Sputnik 1 merupakan satelit pertama yang berhasil dibuat oleh manusia. Satelit ini diluncurkan oleh Soviet pada 4 Oktober 1957.

Setelah itu disusul oleh projek Sputnik 2 dengan prestasi bisa membawa makhluk hidup pertama kali ke dalam orbit bumi. Meskipun bukan manusia, namun seekor anjing bernama Laika merupakan salah satu makhluk hidup yang berjasa demi kemajuan teknologi modern.

Sesuai judul artikel kali ini, mengapa satelit yang diluncurkan manusia tidak jatuh dari langit? Padahal sebelumnya kan benda itu belum ada disana? Apakah ilmuan memberikan perekat khusus atau memberikan bahan tertentu supaya satelit yang mereka luncurkan tetap berada di atas sana?

Untuk menjawab penasaran kita, yuk simak video edukatif dari channel youtube “Kok Bisa?” dibawah ini: